Total Tayangan Halaman

Manusia

 
 MANUSIA MEMPUNYAI DUA KEPRIBADIAN
Manusia mempunyai dua kepribadian yang berbeda disebabkan adanya dua nafsu yang menempel didalam diri pribadi manusia tersebut. Hal ini telah sebarluaskan oleh Nabi Muhammad SAW bahwasanya lawan yang berat adalah didalam diri pribadi manusia masing-masing atau dengan kata lain godaan syaitan yang paling berat ada pada diri pribadi manusia itu sendiri.

Oleh karena itu, maka wajiblah bagi kita sebagai umat Islam untuk mengetahui kesifatan nafsu (Pemerintahan dirimu sendiri) supaya tidak terkena hasutan syaitan. Adapun nafsu terbagi 8 (delapan) perkara kedalam 2 kelompok nafsu yaitu :
A. Nafsu yang ada pada Manusia.
1. Nafsu Amarah, sifat manusia yang ingin menang sendiri, membiarkan orang lain rugi.
2. Nafsu Lawwamah (Ra’amah), sifat manusia yang selalu ingin dipuji, baik parasnya, ucapannya maupun amalnya.
3. Nafsu Sawiyah, sifat manusia yang merasa rejekinya direbut orang lain.
4. Nafsu Murhamah, sifat manusia yang serakah (thoma’) segala mau, rakus tidak mengenal puasa.
B. Nafsu yang ada pada Manusia.
5. Nafsu Mutmainah, sifat manusia yang tenang tentram, tapi bisa dihasut jadi merasa cukup, merasa memiliki dan merasa punya.
6. Nafsu Radhiyah, sifat manusia yang merasa ahli surga.
7. Nafsu Mardhiyah, sifat manusia yang merasa punya jasa.
8. Nafsu Kamillah, sifat manusia yang ikhlas (mukhlisin).

Dari ke-8 (delapan) yang terdapat didalam 2 (dua) kategori kelompok tersebut diatas, dikaitkan dengan bahan baku manusia bahwasanya manusia tersebut terbuat dari 4 (empat) intisari unsur yakni :
1. Unsur Api / Nafsu Amarah / Nafsu mengejar keagungan, dengan ciri atau kesifatan, antara lain yaitu :
a. Mencela martabat orang lain;
b. Merendahkan kelemahan orang lain;
c. Melihat dirinya sendiri serba sempurna;
d. Keberhasilan hasil dari keringat sendiri maksudnya tidak mau menyandarkan hasilnya kedalam hukum-hukum Allah. dll

2. Unsur Tanah / Nafsu Lauwamah / Nafsu mengejar harta benda, dengan ciri atau kesifatan, antara lain yaitu :
a. Menyalahkan diri sendiri tanpa bersyukur;
b. Bertafakur dan berpikir tentang duniawi;
c. Membuat kebajikan karena riya;
d. Kagum pada diri sendiri yakni ujub;
e. Membuat sesuatu dengan sum’ah – agar dipuji;
f. Takjub pada diri sendiri. dll

3. Unsur Udara / Nafsu Sawiyah / Nafsu mencari kebebasan dengan ciri atau kesifatan, antara lain yaitu :
a. Seluruh perbuatan ditujukan untuk keduniawian;
b. Suka memuji diri sendiri;
c. Memperindah diri;
d. Suka mencampuri urusan orang lain;
e. Senang bila orang lain celaka;
f. Selalu merintangi jalan menuju kebaikan;
g. Senang mendukung perbuatan maksiat. dll

4. Unsur Air / Nafsu Mutmainah / Nafsu cenderung kepada kecintaan ibadah, dengan ciri atau kesifatan, antara lain yaitu :
a. Bicara ahli surga (merasa dirinya benar dalam menjalankan hukum-hukum Allah) , maka akan mudah menyalahkan orang lain;
b. Bicara cukup akan mudah untuk durhaka (merasa dirinya cukup dalam ilmu agama tanpa mau mengkaji diri) sehingga akan terjadi tidak rukun sesama makhluk;
c. Bila punya jasa selalu mengungkit-ungkit atau membicarakannya kepada orang lain;
d. Hati-hati dengan unsur, nafsu dan sifat ini yang akan membawa manusia kedalam kemusyrikan. dll